Partai Besar, Partai yang Keropos.

Ada gejala-gejala negatif yang membahayakan bagi partai besar saat ini, yakni kekeroposan. Gejalanya dapat terlihat dari fenomena pilkada yang justru selalu dimenangkan oleh partai-partai kecil. Kekeroposan ini sebenarnya sudah disadari oleh petinggi-petinggi partai bersangkutan. Kekeroposan yang terjadi pada partai besar pada umumnya bersumber dari dua hal:
1. Persaingan tidak sehat di dalam partai itu sendiri
2. Kesombongan

Partai-partai besar memiliki massa yang banyak sehingga menggiurkan untuk dikendarai. Oleh karenanya yang berkepentingan, menggunakan segala cara untuk sampai ke puncak. Penggunaan uang, kolusi dan manipulasi dukungan merupakan hal yang lumrah dijumpai pada partai besar. Oleh karenanya, calon atau pimpinan yang muncul ke permukaan belum tentu seseorang yang terbaik dan paling mengakar. Sebaliknya, yang kalah bersaing dan merasa memiliki modal baik modal uang maupun massa segera keluar dan mencoba mengendari kendaraan baru (parpol baru). Sebaliknya yang tidak memiliki modal berjuang diam-diam dan terkadang tidak segan-segan berkhianat (menjadi musuh dalam selimut).

Partai-partai besar juga merasa bahwa mereka memiliki segalanya. Dalam setiap event mereka cenderung bersikap remeh, sangat berbeda dengan partai-partai kecil yang bergerilya untuk mendapat dukungan dari masyarakat. Akibatnya, saat pengumuman hasil perolehan suara, partai besar sering terhenyak.

Komentar

Top Searching

Postingan Populer