Kompas, Selasa 9 Desember 2008, memuat berita yang cukup bagus. Wacana pemindahan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan Tengah atau Kalimantan Timur dilemparkan oleh Andrianof Chaniago, pengajar Ekonomi Politik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Terhadap usulan tersebut, pada umumnya para politisi menyambut baik. Indra J. Piliang, politisi Golkar menyatakan:

"hal itu layak untuk didiskusikan"

"Saat ini kemacetan di Jakarta sudah parah. Jarak tempuh dari satu departemen ke departemen lainnya sangat lama akibat macet. Pemindahan ibu kota juga dapat mengurangi kemacetan birokrasi. Pemindahan juga dapat mengurangi kemalasan birokrasi,"

"pemindahan tersebut akan lebih baik jika dilihat dari sisi administratif/manajerialnya saja, seperti Canberra, Australia. Sementara itu, Jakarta, dan kota-kota lainnya tetap dapat menjadi kota industri"

Sementara itu Nurul Arifin, caleg Golkar menanggapi:

"Wacana pemindahan ibu kota sangat baik, terlebih jika hal ini didukung dengan memajukan waktu di Indonesia, sehingga sama dengan waktu di Hongkong, Singapura, dan Malaysia. Dengan demikian kita dapat menyamai langkah mereka,"

Halida Hatta, Wakil Ketua III Partai Gerindra juga menanggapi:

"masalah urbanisasi merupakan masalah kronis, yang memerlukan pemecahan yang serius. Dia berharap, wacana ini harus sampai pada implementasi di tingkat kebijakan politik. Dia mengakui, selama ini banyak melihat wacana dan penelitian bagus, yang hanya sebatas kertas"

Pemindahan ibukota dalam sejarah Indonesia sebenarnya bukan hal yang baru. Sebelumnya, ibukota pernah dipindahkan ke Yogyakarta dan Bukittinggi. Oleh karenanya, kalau memang dibutuhkan kenapa tidak?

blog comments powered by Disqus

Nusantara